← Berita · Artikel & Opini · FAPERTA

Sentuhan Modern Kue Dumalo: Langkah UMKM Gorontalo Menuju Pasar Digital

S Satriawati Pade 20 Agustus 2026 2 menit baca 8 tayang
Bagikan: WA FB X TG
Sentuhan Modern Kue Dumalo: Langkah UMKM Gorontalo Menuju Pasar Digital
Ukuran teks:

LIMBOTO BARAT — Kue tradisional khas Gorontalo, Dumalo, kini mulai memasuki babak baru. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kelompok "Dumalo Sweet" di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, mendapatkan dukungan modernisasi produksi serta pelatihan digital dari tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ichsan Gorontalo yang diagendakan dilaksanakan mulai dari tanggal 8 Juli 2026 sampai dengan 14 Agustus 2026.

Program pemberdayaan yang dipimpin oleh Sinta Suleman, S.Kom., M.M., bersama anggota timnya, Satria Wati Pade, S.T.P., M.Si., dan Evi Sunarti Antu, S.T., M.T., berhasil mentransformasi usaha yang sebelumnya bergantung pada metode produksi manual dan pemasaran terbatas.

Efisiensi Produksi Meningkat Drastis

Sebelum adanya pendampingan program ini, kelompok Dumalo Sweet menghadapi kendala utama pada durasi pembuatan bahan baku. Penepungan beras yang dilakukan secara tradisional menggunakan lesung kayu membutuhkan waktu hingga 6 jam untuk kapasitas 3 liter. Selain itu, wadah cetakan adonan masih memanfaatkan tempurung kelapa yang belum memenuhi standar keamanan pangan (food grade).

Melalui penyediaan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin penepung modern dan cetakan adonan berbahan stainless steel, waktu penepungan kini terpangkas signifikan menjadi hanya 30 menit. Dampak positifnya terlihat langsung pada produktivitas usaha:

  • Kapasitas Produksi: Meningkat 100%, dari 8 toples menjadi 16 toples per minggu.
  • Potensi Pendapatan: Naik dari Rp600.000 menjadi Rp1.200.000 per minggu.

Penerapan Higienitas CPPOB dan Wajah Baru Kemasan

Selain pembaruan mesin, kelompok usaha ini dibekali pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Tim dosen melatih para anggota mengenai standar kebersihan personal, sanitasi alat, hingga pengolahan bahan yang higienis untuk menjamin mutu keamanan produk pangan.

Kemasan kue juga mengalami perombakan. Jika sebelumnya kue Dumalo hanya dikemas menggunakan toples kaca yang terlampau berisiko pecah saat pengiriman, kini dikembangkan desain kemasan baru yang lebih modern, kokoh, dan menarik (eye-catching) guna memperkuat identitas merek di mata konsumen.

Merambah Pasar Digital

Untuk memperluas jangkauan pemasaran yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan lokal dari mulut ke mulut, para pelaku usaha kini dilatih mengelola media sosial. UMKM Dumalo Sweet telah mulai memanfaatkan tiga platform digital (TikTok, Facebook, dan Instagram) sebagai sarana promosi dan interaksi langsung dengan calon pembeli.

Sebagai langkah lanjutan, program ini direncanakan mencakup penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, pendampingan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB), serta evaluasi keberlanjutan usaha. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga mitra, tetapi juga menjaga kelestarian kue tradisional Dumalo sebagai salah satu warisan kuliner khas Gorontalo.



Galeri Foto 3

S

Satriawati Pade

DOSEN

0928048103

Fakultas Pertanian

1 artikel diterbitkan Lihat semua artikel →

Bagaimana pendapatmu tentang artikel ini?

1 reaksi

0 Komentar

?

Komentar tamu menunggu persetujuan

Terbaru Terpopuler 0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!